6 Hal Pokok Dari Contoh Pembuatan Sebuah Artikel yang Menarik

Menulis artikel yang baik dan menarik itu gampang-gampang susah. Bagi penulis yang sudah biasa menulis artikel, itu akan merasakan kemudahan dalam menuangkan ide-idenya dalam bentuk tulisan. Jika penulis artikel berstatus baru atau pemula akan merasakan susah atau muncul kebingungan yang membuatnya malas melanjutkan tulisannya. Ini akan memunculkan mindset bahwa dunia tulis menulis itu sulit dan tidak menyenangkan. Hal ini bisa dicegah dengan cara memberikan contoh pembuatan sebuah artikel kepada mereka.

Artikel-artikel yang menarik saat ini banyak membahas isu-isu yang sedang hangat dibicarakan. Bila Anda ingin meningkatkan daya baca banyak orang di website Anda, Anda harus menuliskan apa yang sedang banyak dibicarakan masyarakat sekarang. Pola ini sudah terbukti berhasil meningkatkan kunjungan pembaca ke beberapa website. Biasanya para penulis memaksimalkan Search Engine Optimizer (SEO) dalam mencari topik-topik hangat tersebut. Adapun pembahasan mengenai contoh pembuatan sebuah artikel akan kita tuliskan di bawah ini.

6 Hal Pokok Dari Contoh Pembuatan Sebuah Artikel yang Menarik

Hal Utama Pada Contoh Pembuatan Sebuah Artikel Yang Menarik

1. Ide
PIlih ide yang menarik untuk dibahas. Terutama ide-ide yang sesuai dengan isu terkini atau sedang hot sekarang. Ide ini penting untuk memfokuskan tulisan agar tidak belok kiri kanan. Contoh ide: Membahas Seputar Kontroversi Film Dilan 1991. Ide ini dikembangkan menjadi judul. Boleh ide sama dengan judul, boleh juga berbeda. Yang penting menarik pembaca untuk membacanya.

2. Judul Menarik
Jika ide sudah ada serta bahan untuk menulis juga sudah lengkap. Sekarang kita mencari judul yang tepat dan menarik untuk dituliskan dalam artikel kita. Judul ini harus menggambarkan isu yang hangat tadi. Banyak judul yang menarik, tapi isi artikelnya tidak sesuai judulnya. Jadi, tidak ada keterkaitan judul dengan isi artikel. Contoh judul yang menarik: Pro dan Kontra Film Dilan 1991. Judul ini menggambarkan topik yang lagi hangat dibicarakan saat ini yaitu Dilan 1991.

3. Mulai dari Mana Saja
Memulai tulisan itu tidak harus sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Harus mulai pakai kata ini dan itu. Ada juga yang mengatakan harus pakai yang alur begini dan begitu. Kalau penulisnya paham boleh saja mengikuti kaidah seperti itu. Namun, kalau penulisnya masih awal atau pemula, harus dibebaskan mau mulai dari mana dan seperti apa. Sehingga tulisannya mengalir dengan bagus dan menarik.  Contohnya: Tayangan bioskop Dilan 1991 sukses mencuri perhatian banyak orang. Terutama kalangan anak muda Indonesia.Namun, banyak juga yang tidak setuju  film ini ditayangkan karena mengandung unsur yang tidak positif.

4. Fokus
Terkadang terlalu  enak dan asyik menulis, lupa inti dari tulisan yang sebenarnya. Hasilnya, tulisan jadi tidak jelas bahasannya. Banyak kejadian seperti ini kita temukan di beberapa penulisan artikel. Mereka awalnya membahas topik pakaian muslim, namun yang dituliskan di artikelnya pakaian secara umum. Ini akan membingungkan pembaca. Bila artikel dipakai untuk media promosi, ini akan sangat membahayakan penjual. Cukup fokuskan saja satu bahasan, biarkan artikel ini singkat tapi tepat. Daripada panjang tapi membingungkan.

5. Pilih referensi terpercaya
Setiap menulis artikel tentu butuh referensi. Referensi tidak harus dituliskan sebagai catatan kaki. Referensi bisa dari mana saja. Namun,  referensi yang bagus ada sumbernya sehingga bisa menjadi rujukan juga buat pemmbaca dalam membaca artikel yang sudah dibuat. Mereka juga mendapatkan banyak pilihan sumber bacaan untuk menambah pemahaman mereka. Dengan membaca referensi biasanya Anda tahu bagaimana contoh cara membuat sebuah artikel yang menarik. Sebab, bahasa referensi hampir sama dengan bahasa-bahasa yang digunakan di artikel. Contoh: Membuat Web SEO yang Berkualitas. Referensinya tentu buku-buku seputar SEO. Artikel lain yang membahas SEO yang bisa dicek kebenarannya. Jangan mencari referensi umum. Seperti pembahasan poin 4 tadi, fokuskan pembahasan Anda di satu titik.