Perjalanan Xabi Alonso di Dunia Sepak Bola: Awalnya Diremehkan, Kini Jadi Bintang

Setelah mengambil keputusan untuk gantung sepatu di akhir musim pertandingan pada 2016/2017 yang lalu, Xabi Alonso memutuskan untuk menjadi seorang pelatih. Mantan pemain Spanyol yang pernah berkiprah di 3 klub besar dunia ini kemudian memenuhi janji yang pernah di ucapkannya untuk kembali ke kampung halamannya, Real Sociedad, namun tentunya bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih. Bagaimana sepak terjangnya di dunia sepak bola?

Awalnya Diremehkan, Kini Jadi Bintang

Awalnya Diremehkan

Xabier “Xabi” Alonso Olano atau akrab disebut Xabi Alonso, memulai debutnya di dunia sepak bola di klub Real Sociedad. Pria kelahiran Tolosa, Spanyol pada 25 November 1981 silam ini telah menunjukkan bakat dan kecintaannya pada dunia bola sejak masih belia. Tak heran mengingat ayahnya, Miguel Angel ‘Periko’ Alonso, adalah seorang mantan bintang Barcelona dan saudarnaya sendiri, Mikel, merupakan pemain tengah dari Bolton Wanderers yang perolehan Prediksi Skor Bola cukup mengagumkan.

Namun sebelum ia memulai debutnya di La Real yang membuat kemampuannya mulai diakui, ia telah terlebih dahulu mengalami masa pinjaman bersama Eibar. Hal ini akibat ulah ayahnya yang menganggap Armaginak adalah pilihan paling baik untuknya saat itu.

Di Eibar, Alonso seakan diremehkan. Ia hanya diberikan 3 kesempatan untuk bermain membela Eibar. Dan yang lebih mengecewakan, dalam 3 pertandingan tersebut, berdasarkan Prediksi Skor Bola, tidak ada satu kemenanganpun yang diraihnya.

Awalnya Diremehkan, Kini Jadi Bintang

Dilirik Toshack – Diboyong Liverpool – Kembali Ke Spanyol

Kekecewaan Alonso sedikit terbayarkan karena setelah kepulangannya dari Eibar, ia kemudian di lirik John Toshack, mantan penyerang Liverpool yang saat itu berkiprah di La Real. Alonso yang saat itu berusia 20 tahun kemudian dipercaya menjadi Kapten La Real dan dengan sukses berhasil membawa timnya naik ke peringkat 14 kalsemen akhir La Liga 200/2001 dengan koleksi Prediksi Skor Bola empat gol-nya.

Pada 2002, kedatangan Raynald Denoueix membawa Alonso dan timnya semakin ke puncak. Bahkan mereka sempat hampir menjuarai La Liga dengan selisih tipis dari sang jawara, Real Madrid. Namun hal ini tidak berlangsung lama. Performa mereka tidak bisa dipertahankan, sehingga kemudian banyak yang mempertanyakan masa depan Alonso.

Madrid sempat berkeinginan untuk memboyong Alonso, namun akhirrnya Liverpool yang berhasil membawanya. Bersama Si Merah, Alonso dan timnya menjuarai Liga Champions dan Piala FA sebelum kemudian performanya kembali menurun.

Benitez kemudian mengambil keputusan untuk melepaskan Alonso ke Madrid. Dengan kostum Madrid, Alonso berhasil membawa pulang piala La Liga setelah gagal menjuarainya saat masih bersama Sociedad. Dengan kostum Madrid ia juga menyabet gelar Copa del Rey dan Piala Super Spanyol, juga La Decima di Liga Champions.

Pada 2014, setelah Madrid kehilangan harapan memenangkan gelar Liga, dan Morinho lebih memperhatikan pemain barunya, Alonso kemudian hengkang ke Bayern Munich. Disini, ia mencetak Prediksi Skor Bola terbanyak dalam catatan Bundesliga, yaitu sebanyak 204 kali.

Saat ini, setelah belasan tahun meninggalkan kampung halamannya, pemenang Piala Dunia 2010 ini kembali ke La Real sebagai kepala pelatih tim B. Janjinya untuk kembali pulang sebagai pelatih akhirnya terwujud.

Ia yang semula dipandang sebelah mata sebagai pemain bola, kini menjadi bintang yang namanya mendunia.