Wajib Tahu! Apa Itu Floor Hardener, Fungsi, Dan Cara Menggunakannya

Apa Itu Floor Hardener

Floor hardener sebenarnya bukanlah hal baru dalam dunia kontruksi dan pembangunan. Sebagian orang yang pernah berurusan dengan kontruksi bangunan pasti sudah tidak asing lagi sebutan floor hardener. Namun tak jarang juga orang yang sama sekali belum pernah mendengar istilah ini. Tak terkecuali orang – orang yang baru terjun ke dalam dunia kontruksi dan memulai karirnya sebagai kontraktor. Tetapi jangan khawatir, jika Anda merupakan salah satu kontraktor baru yang masih membutuhkan banyak informasi dan pembelajaran, membaca artikel ini sampai selesai adalah solusinya. Karena artikel kali ini akan mengupas tuntas mengenai apa itu floor hardener? Bukan sekedar penjelasan definisinya saja, tetapi juga beberapa hal terkait seperti fungsi dan bagaimana menggunakannya.

Apa Itu Floor Hardener Dan Seperti Apa Fungsinya?

Floor hardener adalah suatu material yang berbentuk bubuk yang biasanya ditaburkan pada permukaan beton basah. Dengan suatu komposisi tertentu, berbagai macam bentuk artikel dengan ukuran dan spesifikasi tertentu dicampur menjadi satu sehingga terbentuklah floor hardener. Menaburkan campuran ini nantinya akan membuat permukaan beton tersebut menjadi lebih keras. Material seperti ini tentunya berguna untuk mempercepat proses pemadatan beton dan meminimalkan masuknya debu beserta partikel – partikel kasar masuk ke dalam cetakan atau lantai beton tanpa mempengaruhi bahan – bahan dari beton tersebut.

Floor hardener sebenarnya dibuat dari campuran beberapa bahan seperti pasir, semen, grading, pigmen, silika, dan lain – lain. Sementara pembuatan floor hardener sendiri dapat disesuaikan dengan jenis beton yang akan ditaburi. Misalnya, dalam pembuatan beton dengan lahan kecil seperti garasi dan gudang, floor hadener cukup ditaburkan sekitar 3 Kg/m2, untuk area pabrik atau area parkir yang memiliki luas cukup besar, floor hardener dapat ditaburkan sebanyak 5 Kg/m2. Sementara untuk area yang memiliki lalu lintas cukup tinggi seperti lantai pabrik yang sering menggerakan alat dan mesin – mesin berat, floor hardener bisa ditaburi dengan jumlah yang lebih banyak lagi, yaitu sekitar 7 Kg/m2.

Bagaimana Cara Menggunakan Floor Hardener?

Cara Menggunakan Floor Hardener

Penggunaan floor hardener sebenarnya hanya dapat dilakukan pada beton yang menggunakan sistem kotak catur. Floor hardener baru bisa ditaburkan ketika air yang naik ke permukaan beton sudah tidak terlihat lagi. Penaburan pertama dapat dilakukan pada 2/3 bagian dari jumlah yang telah ditentukan sambil diratakan menggunakan kayu. Setelah itu, penaburan kedua masih dilakukan dengan kadar 1/3 dari total keseluruhan jumlah floor hardener yang dibutuhkan.

Hal yang perlu diperhatikan di sini yaitu, penaburan floor hardener harus dilakukan ketika beton masih dalam keadaan basah. Langkah ini memang biasanya menimbulkan kendala. Misalnya, area beton yang sedang dikerjakan memiliki lalu lintas yang tinggi sehingga akan sering dilewati kendaraan proyek. Sehingga penaburan bisa tercecer dan menyebabkan bahan yang terbuang. Maka, dalam menghitung material atau bahan yang digunakan dalam membuat floor hardener upayakan untuk melebihinya untuk mengantisipasi keadaan seperti ini.

Dengan demikian, pemahaman mengenai apa itu floor hardener sangat penting untuk dimiliki oleh setiap kontraktor bangunan. Karena dengan mengetahui banyak hal tentang floor hadener, seorang kontraktor bisa menghasilkan beton yang berkualitas, kokoh, dan tidak mudah retak. Selain itu, floor hardener juga bisa menjadi solusi bagi kontraktor yang ingin mengerjakan pemadatan beton dengan waktu lebih cepat namun tetap maksimal. Dengan begitu, pembangunan yang sedang dilakukan dapat selesai dengan cepat.

Jadi, setelah mendapatkan informasi dan penjelasan mengenai apa itu floor hardener? Apakah Anda menjadi semakin tertarik untuk masuk ke dalam dunia kontruksi bangunan lebih dalam lagi dan menekuni profesi kontraktor?